Lawang Kuari adalah satu diantara objek wisata di Kabupaten Sekadau.
Nama Goa Lawang Kuari kian menjadi tenar ketika Kabupaten Sekadau terbentuk pada tahun 2003 silam. Sejak itu pula Lawang Kuari menjadi julukan untuk Kabupaten Sekadau.
Goa Lawang Kuari berada di Dusun Kelilit Desa Seberang Kapuas Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat Goa ini berada di tebing Sungai Kapuas.
![]() |
| Goa Lawangan Kuari |
Ada tiga goa berjejer (lubang). Konon katanya goa pertama paling kanan (hilir) milik suku Dayak, Bagian tengah milik suku Senganan (Melayu), dan bagian kiri (Hulu) milik suku China (Tionghoa).
Tidak semua orang bisa masuk melewati ketiga lubang kecil itu. Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut dipercaya jika lubang goa semakin dalam dan kian melebar hingga pada kedalaman tertentu bisa seukuran tinggi manusia. Untuk masuk ke dalam perut goa harus melalui berbagai rintangan berat. Mulai dari tiarap, berjalan jongkok, barulah sampai ke dalam perut goa yang luas. Di dalam sana terbentang sebuah danau dengan air yang sangat jernih.
Goa Lawang Kuari dikunjungi warga baik dari dalam maupun luar Kabupaten Sekadau sebagai tempat wisata alam dengan berbagai keunikannya. Tapi warga juga menganggap goa ini menyimpan aura mistis. Tak heran banyak yang ke goa dengan hajat atau niat tertentu hingga bagi keyakinan tertentu dianggap sebagai syirik.
Masyarakat Sekadau percaya kalau Goa Lawang Kuari sebagai tempat persembunyian Pangeran Agung dari Kerajaan Sekadau. Bersama para pengikutnya, Pangeran Agung dikisahkan meninggalkan istana di Sungai Barak, Desa Mungguk, karena selisih paham dengan raja yang berkuasa kala itu. Sang pangeran dan pengikutnya pun diburu prajurit istana. Untuk menghilangkan jejak dari kejaran, Pangeran Agung menaburkan abu yang yang menyelimuti semua pengikutnya itu kemudian berubah menjadi batu.
Sumber : YouTube Mata Khatulistiwa https://youtu.be/OZ38pt00O_c

Tidak ada komentar:
Posting Komentar